Silaturahim, Koordinasi, dan Konsolidasi DKM se-Kecamatan Karang Tengah

Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin Barata Bapak H. Hadi Prajitno,SE., dan Sekretaris DKM Masjid Al-Muhajirin Barata Bapak Asep Rahman, telah mengunjungi Kegiatan silaturahim, koordinasi, dan konsolidasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kecamatan Karang Tengah digelar pada Sabtu, 17 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri para pengurus DKM, tokoh masyarakat, unsur pemerintah kecamatan, serta sejumlah organisasi pendukung pemberdayaan masjid.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Karang Tengah, Rohimudin, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program kerja yang akan dijalankan ke depan. Di antaranya adalah pelaksanaan pawai 1 Muharam, pengajuan bantuan untuk kegiatan dan pengembangan masjid, serta penguatan program ATM Beras yang telah berjalan selama tiga tahun.

Menurutnya, program ATM Beras merupakan hasil kerja sama dengan Alma’wa dan Karinda dalam menghimpun bantuan serta menyalurkannya kepada wilayah yang membutuhkan. Ia juga mengajak DKM yang memiliki kemampuan dana lebih besar untuk turut menyalurkan program tanggung jawab sosial atau CSR bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, Camat Karang Tengah menyampaikan bahwa gagasan penerapan ATM Beras muncul setelah melakukan kunjungan ke Masjid Jogokariyan yang dikenal aktif dalam program pemberdayaan umat.

Ia berharap keberadaan DMI Kecamatan Karang Tengah dapat mendorong masjid menjadi lebih makmur dan mampu memakmurkan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang memiliki peran sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Camat juga menyoroti masih adanya ketidaksejalanan antara sebagian pengurus DKM dengan lingkungan RT dan RW. Ia berharap ke depan sinergi antar unsur masyarakat tersebut dapat semakin baik demi kemajuan bersama.

Ketua koperasi yang turut hadir menjelaskan bahwa koperasi tersebut berdiri pada 3 Maret 2023 dan saat ini memiliki 35 anggota. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak awal berdiri.

Adapun program koperasi meliputi penyediaan suplai berbagai kebutuhan barang, pembukaan counter di setiap masjid, serta layanan peminjaman bagi anggota. Selain itu, apabila nantinya memperoleh dukungan pinjaman dari LPDB, koperasi berencana mengembangkan layanan ojek online berbasis komunitas.

Dalam tausiyah dan arahannya, Kiyai Buchory Alaroby menegaskan bahwa fungsi DMI adalah menjadi jembatan antara DKM dan pemerintah. Menurutnya, masjid juga dapat menjadi saluran aspirasi dan pusat informasi masyarakat.

Ia menekankan bahwa peran masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan spiritual, tetapi juga harus mampu menampung aspirasi warga serta menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu, ia mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan masjid agar mereka dapat memberikan masukan positif kepada pemerintah sekaligus menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah perubahan zaman.

Sebagai bagian dari pembinaan generasi muda, ia juga mengusulkan kegiatan jambore pemuda masjid guna membentuk karakter anak muda ke arah yang lebih positif dan produktif.

Terkait sektor politik, ia menegaskan bahwa masjid perlu menyediakan ruang komunikasi dan edukasi masyarakat, namun tetap harus menjaga independensi agar tidak terjebak dalam praktik politisasi.